Bangun Kebiasaan Positif Dengan Menjadi Mahasiswa Yang Produktif
Awal mula tahun 2020 tepatnya Bulan Februari Indonesia dihebohkan dengan fenomena virus yang berasal dari Cina atau disebut juga Covid-19. Dimana pada tahun ini menyebabkan banyak sekali perubahan dan dampak negatif yang timbul baik di dunia pekerjaan maupun pendidikan. Mulai dari penjualan masyarakat yang turun drastis tidak seperti biasanya, wisata yang ditutup dan dilarang dikunjungi oleh pariwisatawan baik dari daerah asli atau luar daerah, dan banyak pekerja yang berhenti dari perusahaannya karena di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) massal sebab pemasukan perusahaan menurun yang mengakibatkan kesulitan untuk menggaji karyawan, serta tibalah di dunia pendidikan terjadi.
Banyak daerah yang mana angka penyebaran Covid-19 meningkat menyebabkan sekolah bahkan universitas diliburkan sementara pembelajaran yang semula bertatap muka (offline) dialihkan menjadi daring (online). Situasi inilah yang kemudian membuat siswa maupun mahasiswa harus menempuh sumber ilmu yang biasanya didapatkan dari rumah mereka masing-masing, karena tidak bisa beraktivitas diluar rumah jadi orang-orang menghabiskan waktu dan kegiatannya semua dirumah. Jika dirasa bosan maka jawabannya tentu, pasti malah.
Bayangkan saja seharian sedari bangun tidur hingga tertidur lagi tidak bisa jalan-jalan keluar rumah meski hanya menghirup udara segar, berangkat bekerja atau bersekolah seperti hari-hari biasanya, bermain bersama teman untuk menghilangkan rasa lelah setelah belajar, dan masih banyak lagi kegiatan yang biasanya kita lakukan saat diluar rumah. Namun semua larangan ini semata-mata pemerintah perintahkan agar tingkat penyebaran virus pendatang ini tidak terus bertambah dan agar kita tidak menjadi korban berikutnya. Semua aturan sudah dirancang sedemikian rupa baiknya untuk rakyat demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama.
Di samping itu yang nama nya manusia apalagi anak-anak tak jarang juga pasti memiliki rasa malas yang merasuk dalam jiwa dan raga, entah itu malas belajar, malas mengerjakan tugas, ataupun malas melakukan kegiatan didalam rumah sendiri. Faktor yang mempengaruhinya pun ada banyak misalnya tidak suka belajar jika sendirian, kurangnya motivasi dari orang terdekat, tidak ada dorongan dalam diri, dan masih banyak lainnya.
Untuk itu sebagai mahasiswa yang pandai memanfaatkan keadaan seharusnya kita tetap melakukan sesuatu yang bisa berdampak baik untuk dari sendiri maupun lingkungan sekitar. Salah satunya dengan selalu belajar menambah ilmu dimana pun dan kapan pun, melalui media apapun baik yang berbentuk seperti buku atau online seperti e-book maupun webinar. Berbicara mengenai belajar, salah satu skill yang wajib dan penting untuk dimiliki mahasiswa yaitu keterampilan menulis, entah itu untuk keperluan mata kuliah maupun sekadar hobi atau pekerjaan sampingan.
Dengan menulis kita dapat mengasah keterampilan fokus, daya ingat yang tinggi, mengolah perasaan menjadi sebuah tulisan yang layak dan nikmat ketika dibaca dan memperkaya kreativitas mahasiswa dalam menghadapi permasalahan untuk mencapai solusi yang diinginkan. Selain menulis skill membaca juga menjadi penunjang keberhasilan sebelum kita memulai menulis. Karena dengan memperbanyak perbendaharaan kata tulisan yang kita buat juga akan terus membaik dari tahap ke tahap. Tahap inilah yang akan menentukan kualitas tulisan kita dari awal hingga masa yang akan datang.
Melalui membaca otak kita akan terbiasa mencerna kata demi kata dan melahirkan sebuah makna dari perspektif kita. Biasanya mahasiswa sekarang lebih suka membaca online melalui handphone mereka sebab terasa lebih fleksibel. Tapi bagi saya membaca terbaik tetap melalui sebuah buku, benda nyata yang melahirkan sebuah karya orang-orang hebat dan ternama. Awalnya seseorang mencari pengetahuan atau referensi melalui buku namun seiring majunya teknologi ilmu pengetahuan dapat dicari melalui layar gadget dengan bantuan internet sambil duduk sembari menikmati kopi.
Buku-buku yang saya beli melalui platform online biasanya dikirim dari luar kota, maka dari itu tentu saya menggunakan jasa JNE yang bisa lebih efektif dan efisien. Buku-buku tersebutlah yang menemani saya setiap hari hingga halaman-halamannya habis terbaca bersama sepotong roti dan teh panas pagi hari. Marilah perbanyak membaca agar hidup lebih bermakna. Hidup bukan hanya tentang diri sendiri, namun ada tanggung jawab dalam diri terhadap orang-orang yang kita cintai dengan merefleksikan diri menjadi pribadi yang lebih produktif dan manfaat lagi dari waktu ke waktu demi tercapainya cita-cita mulia yang bisa berdampak positif bagi sekitar.

Komentar
Posting Komentar